INSTAGRAM

Monday, 3 October 2016

Tips Travelling Ketika Menstruasi

01:38
I'M FINE. I LOVE YOU. I HATE YOU. I WANT ICE CREAM. COME HERE. GET AWAY. I'M TOO TIRED. I'M JUST SAD. I WANT CHOCOLATE. I HATE YOU. I LOVE YOU. JUST GO. I WANT ICE CREAM. I WANT ICE CREAM. I WANT ICE CREAM AND CHOCOLATE. I'M GONNA EAT YOU...ALIVE!!



Grrrr.. girls, i can feel you! perasaan kita pasti akan tidak menentu selama masa menstruasi. Pernah ngalamin nonton film "about time" lalu nangis ga berhenti dan sampai kepikiran berhari-hari? lalu tiba-tiba pengen makan ice cream, lalu tiba-tiba pengen ngajak berantem tanpa alesan?? dan berakhir ketiduran sambil nonton starworld.

yeah.

lalu tiba-tiba pingin beli landrover, punya beach house, pergi ke Santorini? 
.....yeah, itu mah gue tiap hari, bukan saat menstruasi. :))

Memang ada yang mengganjal rasanya ketika kita sudah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari, namun saat hari H tiba, tibalah pula menstruasi. It happend to me many times. Jangan cemas duluan, berikut ini beberapa tips travelling ketika sedang menstruasi, oh, lebih tepatnya  tips travelling blusukan ketika sedang menstruasi.

1. Bawalah Sarung pantai kapanpun kemanapun.

Who knows, tempat yang akan kamu kunjungi mungkin tidak terdapat semak-semak untuk berganti  atau melepas pembalut. Ini yang bisa kamu lakukan, lingkarkan  sarung di sekitaran pinggang kamu, ikat yang kuat. dan.. kamu pun punya ruang kecil pribadi. lebih baik daripada tidak ada sama sekali bukan? 

2. Persiapkan "Alat Ganti"

Dalam beberapa kondisi, mungkin waktu yang sempit, atau tempat yang gelap, tentu saja akan lebih mudah jika semua sudah dipersiapkan. Coba pasangkan terlebih dahulu pembalut pada underwear, direkatkan, lalu lipat kembali dan disimpan di tas, tentu saja pada bagian yg bersih dan aman. 

3. Bawa ekstra plastik.

Girls, jangan jadikan jijik sebagai alasan kamu membuang pembalutmu sembarangan. eeew! itu baru menjijikan. Sediakan beberapa kantung plastik, jangan yang berwarna transparan ya, girls. Kamu bisa "menyimpan" pembalut bekas pakaimu di plastik terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah. 

4. Berenang ketika menstruasi? Why not!

Sebaiknya kalian melepas pembalut terlebih dahulu sebelum berenang, jangan khawatir, air tidak akan berubah menjadi lautan merah kok. Memang ada beberapa yang memilih tetap menggunakan pembalut biasa ketika berenang, tapi itu tidak disarankan, selain kotor, akan menjadi semakin berat ketika terkena air. Pilihan lainnya adalah kamu bisa menggunakan tampon, sejenis pembalut yang dimasukan pada miss V. Yep, jika pilihanmu berenang tanpa pembalut,  segeralah menggunakan pembalut kembali begitu keluar dari air.

5. Minum. Minum. Minum.

Air putih sangat berperan penting pada kesehatan tubuh, jadi usahakan lah untuk selalu membawa persediaan air putih kemanapun kamu pergi. Jika melakukan perjalanan jauh dengan pesawat, pastikan untuk mengonsumsi air sebanyak 1 liter setiap 3 jam. 

6. Saat perjalanan panjang dengan pesawat? Jangan mager.

Usahakanlah untuk meninggalkan kursi setiap 2 atau 3 jam perjalanan, atau gerak-gerakan kaki. Hal tersebut berfungsi untuk mencegah pembengkakan kaki akibat menumpuknya cairan.

7. Pilihlah makanan yang kaya serat.

Biar travelling nya full of energy, pilihlah makanan-makanan yang kaya serat. Pilihan yang tepat akan jatuh pada kacang-kacangan, sayuran hijau, serta buah-buahan. Kurangi makanan yang berlemak serta mengandung kafein ya.

8. Tidur Cukup.

Ini adalah hal yang sangat simple tapi sangat berpengaruh pada kondisi tubuh kita saat menstruasi. ketika sedang haid, tubuh tidak pada kondisi terbaiknya, sehingga kita akan mudah lelah dan lemas. Usahakan istirahat yang cukup, atau tidur minimal delapan jam per hari.

9. Rajin Mengganti Pembalut.

Ketika travelling, bisa dipastikan kamu akan berjalan lebih jauh, bergerak lebih banyak, dan melakukan berbagai aktifitas yang mengeluarkan keringat. Usahakan agar bagian pribadimu tidak lembab dan iritasi. Bila travelling di daerah pelosok, manfaatkan ketika kamu menemukan toilet, ganti sesering mungkin. Jangan lupa bawa pembalut serta underwear lebih ya, girls.

Well, Itu dia beberapa tips travelling ketika menstruasi, pada akhirnya jangan jadikan menstruasi sebagai halangan kamu untuk bersenang-senang, tetap waspada and have fun!

Salam hangat,

Laura Hermawati. 


Thursday, 22 September 2016

Jelajah Sumba, Let's find some beautiful place to get lost!

02:58
This island has it all!! Bisa dibilang Sumba merupakan keberagaman Indonesia yang dirangkum di dalam satu pulau. Kecantikan alamnya diperkaya dengan budaya yang masih sangat dijaga kelestariannya.

Bagi saya, Kesan pertama sangatlah penting, seperti berjumpa dengan orang baru, either we’re gonna like them or not. “Sumba langsung mencuri tempat kecil di hati saya, i knew i’m gonna love this place since the first time i step into this place”

Yahh.. ga beda jauh lah kaya waktu Sam Claffin pertama kali ketemu gue... doi langsung... klepek..klepek..klepek..klepek..pek..pek...pek..pek..pek..pek..pek..pek..peeeek..pek...eh berentiin dong eh...pek..pek..pek..pek..eh..woy berenti woooy.. pek..pek..pek..pek.. yaudah..lah.. pek..pek..pek..pek..pek...peeeeek...

Pantai Bwanna, Sumba Barat Daya.

OK, NOW LET’S HAVE FUN! LET’S GET LOST!!

well, not exactly LOST!  Sedikit tips jika kalian ingin mengelilingi Sumba, Dikarenakan pulau ini memiliki banyak sekali objek menarik untuk dilihat, serta jarak antar objek yang cukup panjang maka sebaiknya kalian membagi waktu secara terperinci. 

 Saya memilih Sumba Timur sebagai awal perjalanan saya, kemudian lanjut ke Sumba bagian tengah, lalu Barat, dan berakhir di Sumba Barat Daya. Efektifnya, jika kalian menggunakan perjalanan melalui udara, ambil rute kedatangan di Bandara Umbu Mehang Kunda yang terletak di Waingapu, Ibu kota Sumba Timur, lalu untuk mengexplore, gunakan jalur darat (kurang lebih selama 5 sampai 6 jam) hingga ke Sumba Barat Daya, dan pilih Penerbangan untuk pergi melalui bandara Tambolaka di Barat Daya. Dengan begitu perjalanan akan menjadi satu arah dan sangat menghemat waktu.

Anyway, saya akan sharing beberapa tempat favorite saya selama perjalanan disana, woohooo!

TOP 5 SUMBA!

1. Air Terjun Tanggedu, Sumba Timur.

Air Terjun Tanggedu, Sumba Timur.

Air terjun Tanggedu terletak di Sisi Utara Kota Waingapu, berjarak sekitar 45 km. Untuk mencapai kesana, kita bisa menggunakan kendaraan hingga desa terakhir, yaitu desa Tanggedu. 

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam dengan trek yang beragam, naik turun bukit, melewati anakan sungai, serta sabana atau padang rumput yang terhampar luas. Ini Favorite saya, paket lengkap! sepanjang perjalanan kita bisa menikmati suasana pegunungan yang sepi, kuda kuda liar berlarian, bahkan sesekali berpapasan dengan penduduk desa yang sangat ramah. Entah perjalanan atau objek nya yang membuat saya jatuh cinta dengan Tanggedu..ah..

Begitu sampai di sisi utama air terjun, suana sejuk langsung terasa, ya, memang area ini dihapit oleh dua buat tebing tinggi, sehingga matahari tidak begitu terik. 

Aliran sungai Tanggedu.

                                          Sepanjang perjalanan kita dimanjakan oleh padang rumput. Tanggedu.

come with me?

Sensasi pegunungan sepanjang perjalanan.


love.love.love.love.



2. Laguna Waekuri & Pantai Mandorak, Sumba Barat Daya

Semakin menjelajah sumba, semakin jatuh cinta! Di Kalenga Rongo, Kodi Utara, terdapat sebuah Lagoon di tempat antah berantah yang bahkan tidak ada pemukiman, Akses menuju kesana sangatlah mudah, kita bahkan bisa menggunakan kendaraan beroda empat sampai di tujuan. 

Laguna Waekuri merupakan laguna yang berbatasan langsung dengan laut lepas, air laut masuk melalui celah-celah karang dan terperangkap menjadi kolam renang alami, disini bahkan terdapat berbagai biota laut, terumbu karang, padang lamun, dan bulu babi di ujung laguna, whoa!!!

Saran saya untuk datang kesini berkisar pukul 8 pagi, yeah, nobody but me! pagi pagi masih sepi.


Laguna Waekuri, SUmba Barat Daya

Kyaaaaa! Siapa yang ga jatuh cinta melihat air sehijau, sebening, dan setenang ini coba?
Answer : aa gatot. karena doi cinta nya sama mba mba desperate yang butuh tatih tayang dan mudah dipermainkan. pfffft.wasalam.

In between, air nya sebening ini, sepanjang waktu. aaaaah!


Hello!




Selepas bersantai-santai di Waekuri, kita bisa mampir di pantai sebelahnya, Mandorak, dan coba lah sensasi Cliff Jumping disana! woohoow!

Pantai Mandorak


Pantai Mandorak

3. Kampung Adat Praijing, Sumba Barat.

Inilah yang memperkaya Sumba! hampir di setiap wilayah memiliki beberapa kampung adat, bahkan dengan budaya dan sifat masyarakat nya yang berbeda pula. Dari sekian banyak kampung adat, disinilah saya jatuh cinta... Praijing.

Terletak di perbukitan, kampung ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, diperkaya dengan masyarakatnya yang sangat ramah dan antusias menerima kedatangan kami. ah.. saya memang selalu terharu dengan keramah tamahan Indonesia.

Kampung Adat Praijing

Singgah di Praijing merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, baru saja menginjakan kaki disini, saya sudah disambut oleh berbagai tarian adat, makanan yang melimpah, dan yang paling penting masyarakat nya yang sangat baik. Saya pun memutuskan untuk bermalam disini, di rumah Ina Dongu dan Apa Dongu beserta sembilan anaknya, ups, plus kedua anjingnya, yanto, dan... satu lagi lupa namanya, sebut saja dia mawar. 

Rumah mereka nyaman sekali, dengan taring babi dan tanduk kerbau sebagai penghias, jagung yang bergantungan, dan anjing yang berkeliaran kesana kemari. ah.. sudah rindu ingin kembali.
Semalam disana, saya mendapat banyak sekali cerita, pengetahuan, mengenai kepercayaan marapu yang mereka anut, kubur batu, kebiasaan masyarakat yang masih berperang antar desa, dan lain lain.

oh, dan mereka bahkan memberi saya nama Sumba, SOLE LAJAH! aw, keluarga baru di ujung Indonesia, terimakasih :)

malam santai penuh cerita di Praijing :)

Left to right : Ichal, Apa Dongu, Kristen Stewart, Ina Dongu, Hanisatul.

warm welcome.


4. Pantai Bwanna, Sumba Barat Daya.

I look my best when i'm totally free, on holiday, walking on the beach..

Pantai Bwanna, Sumba Barat Daya.

Are you a beach person? you will definetely in love with Bwanna! Pantai Bwanna, atau yang biasa disebut Bana, memiliki banyak sekali daya tarik. Mulai dari akses nya yang tidak mudah, yep! bagi saya ini daya tarik, karena semakin sulit suatu tempat ditempuh, maka semakin sepi lah tempat itu, maka semakin bersih lah tempat itu, babay alayers! haha

Bana di kelilingi oleh tebing-tebing tinggi, sehingga untuk mencapai kesana kita harus menuruni tebing yang cukup terjal dengan jalan setapak,. Jangan khawatir, sudah tersedia anak tangga untuk mempermudah perjalanan kita. Woah! saya mendapat kejutan besar begitu sampai di bagian pantai. Tidak hanya pantai yang bersih, disana pun terdapat sebuah tebing tinggi yang membelah pantai dengan lubang besar ditengahnya. 



Best escape anyone can have!

Sepanjang Perjalanan menuju Bwanna.

5. Air Terjun Lapopu, Sumba Barat.

Siapa sangka untuk menikmati salah satu air terjun terindah di dunia, kita bisa menempuhnya hanya dengan berjalan selama 15 menit! whoaa! Aksesibilitas yang mudah menjadi nilai lebih bagi para wisatawan yang ingin merasakan air terjun yang sangat sangat indah ini tanpa perlu repot repot menanjak seperti air terjun pada umumnya.

Air Terjun Lapopu, Sumba Barat.

Air terjun Lapopu terletak dalam kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, Desa Lapopu, yang berjarak sekitar 24 km dari Waikabubak. Untuk berkunjung kesini sebaiknya di pagi atau siang hari, ketika matahari sedang terik, sehingga air sedang tepat pada saat warna terbaiknya, Hijau Toska!

Selain akses yang mudah, di area parkir menuju air terjun pun fasilitas yang disediakan sudah cukup lengkap, ada pendopo untuk istirahat serta toilet dan ruang ganti, dan kita hanya harus membayar Rp.5.000 untuk memasuki kawasan air terjun. 


Lapopu, Sumba Barat.



Ciao!

Those are 5 places you should go when visiting Sumba. Semoga bermanfaat, dan selamar berlibur!

Salam hangat,
@laurahermawati

Saturday, 16 July 2016

Gili Layar Lombok, Pulau dengan sensasi private island.

10:20
Voila! Pilihan berlibur kami jatuh ke Gili Layar, Lombok, setelah mengumpulkan berbagai informasi mengenai "private island" dengan budget "yaudahlah liburan ke alun-alun kota aja"

Yeah, i want to spent a week on a private island and my bank account say HELL NO and now is pretending to die. well played.


Gili Layar merupakan salah satu pulau kecil di Lombok bagian Barat. Indah sekali memang, pulau ini masih sangat asri, dengan topografi daerah berupa perbukitan yang dikelilingi oleh bentangan pantai pasir putih yang panjang, dan populasi manusia berbanding sapi sebesar 1:830809837. :))

Pilihan akomodasi menginap kami kali ini pun jatuh pada Layar Beach Bungalow, sebagai satu-satu nya akomodasi penginapan yang terdapat di Gili Layar. Ah! Bungalow yang sangat cantik, dikemas secara apik dengan suasana alami pantai tropis dan dipadukan dengan bangunan khas rumah lombok berupa bale lumbung. Perfecto, Gili Layar berhasil memikat hati kami pada injakan pertama di pasir pantai tersebut.

"ini benar-benar private island!" tidak ada pemukiman, mobil, bahkan hampir tidak berpenduduk. Kami hanya menemui dua orang penjaga sapi pulau setempat yang terlihat sangat gembira melihat kedatangan kami saat berkeliling disekitaran pulau. Entah gembira karena bertemu sesosok laura yang cantik banget atau emang kecepian ga ada temen. uuududududu..ciyan.. nang ing nang ning nang ning eeeee!

" hayuk neng saya antar, jarang-jarang ketemu orang disini, biasanya hanya sapi"



 




What to do?

Hari pertama di pulau ini, kami habiskan dengan bermalas-malasan, tentu saja. Duduk di tepi pantai, mencari kerang, dan pastinya menikmati crystal clear water Gili Layar, be-re-nang!

Snorkling maupun diving pun masuk dalam list hal yang harus kamu lakukan di sini, ah! bawah laut nya keren banget! jernih, karang-karang nya sehat, dan ikan pun banyak berseliweran. Jelas sekali, pihak resort memang sangat menjaga lingkungan sekitar gili layar. salut.

Try their foods! Edi, chef plus pengelola layar beach bungalow, selain sangat ramah juga jago masak rupanya. favorite kami, ikan sambal dabu-dabu, banana pancake honey lemon, dan pasta!

Movie Night! well, you'll always find something to do here, bahkan setiap malam, Mansur dan Edi membebaskan kita untuk memilih film apa yang mau ditonton, di pinggir pantai, diatas pasir, ah take me back to gili please..

Island Hopping, cobalah keliling ke pulau pulau sekitar, ga kalah bagus nya, gili asahan dapat ditempuh hanya dalam waktu 15 menit, dan ba..gus..ba..nget. Selama island hopping kita akan berhenti di beberapa spot snorkling yang terbaik, bahkan bebas untuk memilih pulau untuk singgah sejenak maupun untuk sekedar makan siang.

Trekking? why not! hari kedua kami memutuskan untuk melihat sunset dari atas bukit tertinggi disana, hanya dengan berjalan kaki selama 40 menit kami sudah bisa melihat sunset plus bonus pemandangan megah di belakangnya : Gunung Agung, Pulau Bali, dan gili gili lain di sekitaran Lombok. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

i never met a sunset i didn't like, and here in gili layar is just..magical...







How to get there?

Untuk menuju ke Gili Layar, dari airport kita bisa berkendara menuju Lombok bagian barat, tepatnya wilayah Sekotong. Waktu perjalanan yang ditempuh berkisar selama 3 jam, waktu yang cukup untuk tiiii...dur. Yep! sejenak tidur, saya terbangun dengan pemandangan pantai-pantai indah di pesisir sekotong. Jika memiliki waktu lebih, sempatkanlah untuk mampir.

Perjalanan darat akan berakhir di Pelabuhan Tembowong, kemudian dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan boat kecil selama 30 menit. ah wangi laut semakin kuat!

Estimasi biaya perjalanan adalah sebagai berikut:
Sewa mobil  : Rp. 350.000-400.000 / mobil
Boat              : Rp. 150.000 / kapal

Jika ingin lebih mudah, bisa langsung menghubungi pihak Layar beach Bungalow, mereka akan dengan senang hati untuk arrange perjalanan kita menuju ke Gili Layar seharga total Rp.550.000




Well, terimakasih Gili Layar untuk tiga hari yang sangat menyenangkan, akan segera kembali.
salam hangat dari kami,

Laura & Agam.



oh wait! ada sesi pengakuan, Kami nyolong banyak kerang yang ada di kamar mandi! maap yaaaaakkkk! HAHAHAHAHA.

Oke, bhay!










Wednesday, 28 October 2015

Sandboarding di Yogyakarta, You're gonna love it!

01:49
Seriously, You're gonna love it! Sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Parangkusomo, kita akan diberi pemandangan yang tidak biasa. Hamparan bukitan pasir yang luas sekali, and yess, disana kamu bisa mencoba untuk bermain sandboarding. Yess, disana juga banyak yang menyewakan papan. And yess, disana yang main kece-kece. And yess, bisa cari jodoh! YESS! YESS! YESS! YEEESSS! Cihuy!

tuh kaaaan!


Ini pengalaman pertama saya mencoba sandboarding, sensasi yang dirasakan, ah seruuu! nagih! fun! yang terpenting adalah keseimbangan, dan... pasrah. Kenapa pasrah?  Karena begitu board sudah meluncur, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk berhenti, kecuali menjatuhkan diri, jungkir balik! tapi tenang guys, jatohnya ga sakit kok. 

Ga... sakit... kok... ga... sakit :))))))



Akses menuju Parangkusumo cukup mudah, dengan menggunakan kendaraan pribadi, kurang lebih dua jam dari pusat kota, menuju rute Parangtritis yaitu dari pojok Benteng wetan lurus ke selatan. Sepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan yang sangat sangat gelap, i sleep very well.







Guys, penyewaan board di sekitaran gumuk pasir Parangkusumo sudah cukup banyak, biasanya mereka menawarkan harga dan sistem yang beragam, kita bisa bayar per jam maupun bayar lepasan untuk bermain seharian. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 60.000 / Jam nya.

Board terdiri dari berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan. Saya sendiri menggunakan board yang lebih besar, ya biar gaya aja. Udah gitu aja.





Tips bermain sandboarding di Parangkusumo :

  1. Pilihlah waktu yang tepat, hindari bermain sandboarding di siang hari karena pasir akan sangat   panas.
  2. Ketika akan menyewa peralatan sandboarding, usahakan bandingkan harga di beberapa tempat. Berdasarkan pengalaman, beda harga dari satu tempat penyewaan ke tempat lain bisa mencapai 125.000, be smart! be koret! :))))
  3.  Lebih baik gunakan sepatu olahraga.
  4. Hati-hati dengan bawaan alat elektronik, gumuk pasir merupakan jenis pasir besi yang mengandung magnet, dari pengalaman kemarin, lensa kamera saya penuh pasir. harus langsung dibersihkan. hiks.
  5. Kembali ke point awal blog ini, siap siap buka hati. Siapa tau dapet jodoh. Siapa tau.



Ciao!

Laura Hermawati

Monday, 8 June 2015

Pendakian Papandayan, Let's discover wilderness!

05:52




Banyak yang bilang, puncak itu hanya bonus. Perjalananlah yang memberi kita pengalaman dan banyak cerita, serta pertemanan yang lebih kuat. Kita tidak terus naik, dalam beberapa tempat untuk beberapa saat kita berhenti, beristirahat, menikmati alam, mendengar suara bumi. Papandayan 6-7 Juni 2015.




Berawal di warung kopi di Braga, pertemuan dengan kawan-kawan TOREAN langsung berakhir dengan keputusan, "Oke gue harus naik gunung!". 
"Naik gunung seru la, kalau ketemu orang atau kenalan sama orang di gunung rasanya langsung akrab banget, jadi keluarga"

"Di gunung itu enak, sepi, cuma kita dan alam"

"Puncak mah bonus doang.. yang penting perjalanannya"

"Iya waktu itu pernah nyasar digunung, ketemu penebang liar pada panik, padahal  naon urangmah keur nyasar"
 "Seru pas pagi-pagi, waktu kebelet, cari lahan galian"
" Udah, cobain aja dulu Papandayan, trek nya enak kok, cuma 3 jam sampai ke tempat berkemah, itu pun udah termasuk istirahat sama berhenti foto foto di jalan"
Well, finally ini dia perjalanan saya yang sedang selingkuh dari pacar pertama saya, yaitu pantai, dan berpaling ke gunung, Pendakian Papandayan. Gunung bertipe stratovolcano dengan ketinggian 2665 mdpl ini terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya di kecamatan Cisurupan. Terakhir meletus pada tahun 2002 dan meninggalkan kawah yang cukup besar dan menarik perhatian banyak wisatawan baik itu pendaki maupun turis biasa yang hanya ingin melihat sekitaran kawah.

Dibutuhkan waktu sekitar dua jam dari Bandung untuk menuju ke point awal pendakian yaitu di Camp David. Kita bisa beristirahat dan mengumpulkan tenaga di tempat ini, karena memang sudah banyak terdapat warung yang menjual makanan, peralatan untuk mendaki, dan kita pun bisa menyewa alat-alat berkemah di camp David. Bahkan bagi kakak-kakak dan bapak-bapak, serta ibu-ibu sekalian, sudah bisa belanja batu akik di papandayan juga loooooh! Nyahahaha. ga ngerti lagi ini batu dimana-mana ada aja yg jualan. jat manjat manjat manjat..sok gosok gosok gosok... gosyooooook . hyuk, lanjut!













Let's get wonderfully lost! Pendakian diawali dari camp david, trek awal yang kita lalui berupa kawah dengan jalur menanjak dan bau belerang yang cukup menyengat di siang hari terutama pada sekitaran pukul 2, tepat disaat kita mulai mendaki! aiiih.. kita disambut dengan bau bumi. selamat datang di gunung  :))

Setibanya di ujung kawah, kita dihadapkan pada dua jalur yang berbeda, yang pertama adalah jalur lurus dengan jarak tempuh yang lebih dekat tapi dengan medan yang terjal mendaki serta langsung tembus ke jalur G. Nangklak dan area hutan mati, atau pilihan jalur kedua yang menurun ke kanan dengan jarak tempuh sedikit lebih jauh tapi banyak bonusnya. Tentu saja saya memilih jalur yang menurun, dan benar saja, bonusnya banyak sekali, jalanan yang landai, rindang, anakan sungai, ini bener-bener deh, segar mata,









 



Setelah dibuai dengan jalanan yang landai serta hijau, kali ini kita harus mengumpulkan lebih banyak semangat untuk naik ke jalanan yang menanjak sampai daerah lawang angin. Yep, di gunung jangan bakar apapun kecuali semangat!!! Huuu Haaa Huuu Haaaa, Yoooo.. lanjut sampai Geberhut!!!

Geberhut adalah pos terakhir pendakian, disana kita wajib lapor sebelum berkemah dan melanjutkan perjalanan sampai di Pondok Salada, tempat kita camping yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit.




Begitu sampai di Pondok Salada saya terkaget dengan banyaknya jumlah pendaki yang berkemah malam itu, ratusan! Ini gunung apa tempat kondangan? busyeeet aku tertipu lagi... uwo uwooo..mulutnyaaaa manis syekaliii tapi hati bagai srigala uwo uwo.. ku tertipu lagi. oh uwooooh.. 

Lama-lama duo ratu konser juga kali nih di Papandayan, terus Ahmad Dhani bingung ngejemput maya apa mulan, terus Ahmad Dhani jajan Cuanki Papandayan. uwoo..uwooo...

Guys, seriously rame banget! Bahkan banyak pedagang seliweran, cuanki, indomie, bakso, orang teriak disana-sini, is this some kind of joke?!

Mengutip tulisan dari @yogisofiharja yang menarik:
" Mendaki gunung menjadi trend beberapa tahun terakhir. Merupakan hal positif tentunya. Cuma ada hal penting yang tidak dimiliki semua pendaki, yaitu ilmu dan kesadaran. Berkegiatan di hutan dan gunung bukan hal yang sepele. Harus ada ilmu khusus yang melandasi. Juga harus ada kesadaran tentang pentingnya menjaga alam. Tahun lalu ketika saya berkunjung ke Papandayan, Pondok Salada belum seluas kemarin, artinya ada pembukaan lahan untuk kepentingan para pendaki yang mana ada pohon-pohon yang di tebang. Alangkah baiknya bila pendaki dibatasi demi menjaga kestabilan ekosistem. Sekarang ketika masuk di hutan pinggiran saladah banyak ditemui tisu dan sisa buang hajat yang seharusnya digali dan dikubur, tisu dibuang. Semoga ketika nanti kembali ke Papandayan, semua menjadi lebih baik."
Karena hutan bukan warisan nenek moyang, Tapi titipan anak cucu kita. Silahkan mencari kesenangan di hutan, dan bertanggung jawab terhadapnya. Bukan menyalahkan banyaknya pendaki, toh saya pun pendaki, penikmat alam, tapi alangkah baiknya jika kita menghargai apa yang kita nikmati. "Dijaga babarengan lah"



Anyway, sedikit kecewa karena kesunyian yang dicari justru hilang, tapi kita kembali ceria karena kebersamaan, toh kembali kepada tujuan awal, proses perjalanan, memperkuat pertemanan, menikmati alam, berterimakasih kepada-Nya.

Sore kami di pondok Salada dinikmati dengan iringan musik yang lirih dari Serambi langit yang membawakan lagu-lagu musisi folk indie dengan sangat apik, serta sharing mengenai lingkungan, tindakan emergency medis saat pendakian, dan tawa-tawa kecil di selanya, hingga malam.



Keesokan harinya kami memilih untuk turun melewati jalur lain, padang edelweis, hutan mati, dan kawah, berikut beberapa fotonya :)






















Gunung itu ibarat mimpi, mimpinya ga kemana-mana, sama kaya gunung. Tapi gimana cara kita ngejar mimpi itu. - @cumitsky
Terimakasih teman-teman, untuk ada, dan menikmati waktu bersama disana, Papandayan.

Salam hangat,
@laurahermawati 

About Me

Mail: laurahermawati@gmail.com

Recent

Recent Posts Widget

Random

Recent Posts Widget